Nilam: Tanaman Atsiri Ramah Lingkungan Bernilai Ekspor
Nilam merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri parfum dan kosmetik. Tanaman ini dapat tumbuh baik di lahan marginal dan tidak memerlukan pembukaan hutan besar-besaran.
Budidaya nilam relatif cepat panen, sekitar 6–8 bulan setelah tanam. Tanaman ini juga cocok dikembangkan oleh petani kecil karena tidak membutuhkan alat berat atau teknologi kompleks. Dengan pengelolaan organik, nilam dapat dibudidayakan tanpa ketergantungan tinggi pada pestisida kimia.
Nilam juga dapat ditanam secara tumpangsari dengan tanaman lain, sehingga menjaga tutupan tanah tetap optimal. Hal ini membantu mencegah erosi dan menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Sebagai komoditi ekspor, minyak nilam Indonesia memiliki permintaan tinggi di pasar internasional. Jika dikembangkan dengan prinsip pertanian berkelanjutan, nilam menjadi contoh bahwa komoditi ekspor tidak selalu identik dengan kerusakan lingkungan.
